GANAS! Buaya Berukuran Besar Koyak Kaki Warga Mamburungan

  • Whatsapp
DIRAWAT : Hasani hanya bisa terbaring lemah saat menjalani perawatan di rumahnya tadi siang. FOTO : FEBRI/BENUANTA

TARAKAN – Keganasan buaya kembali memakan korban. Kali ini, seorang pekerja tambak di Tanah Merah, Kabupaten Tanah Tidung (KTT) bernama Hasani (34) yang jadi sasaran predator laut tersebut. Hasani diterkam buaya saat memanen hasil tambaknya Sabtu (11/5) dini hari.
Benuanta.co.id yang mendapat kabar tersebut langsung menyambangi kediaman Hasani di Jalan Peningki, RT 14, Kelurahan Mamburungan Timur tadi siang. Kepada wartawan, Hasani menjelaskan, sebelum kejadian dia sempat melihat jam, yakni sekira pukul 02.00 Wita. Namun, dia tak menyangka di tengah kegelapan itu ada seekor buaya besar yang sedang mengintai pergerakannya.
Usai panen, Hasani bermaksud membersihkan tubuhnya yang kotor akibat lumpur dan air yang kotor. Saat Hasani asyik membersihkan kaki dan tangan, buaya tersebut langsung menyambar dan mengoyak kaki dan tangannya. Terkejut dengan kemunculan buaya, dengan gerakan refleks dia berusaha menghindari gigitan keras itu dengan menarik kaki dan tangannya ke daratan untuk menjauhkan diri.
“Saya berteriak “Allahuakbar” pas buaya itu menggigit. Dengan refleks juga saya menarik tangan dan kaki supaya bisa lepas dari gigitan buaya itu,” ujar Hasani kepada benuanta.co.id.
Saat kejadian, kata Hasani, dia tak sendiri. Dia bersama sepupunya dan beberapa orang lainnya yang berdiri sedikit jauh darinya. Setelah kejadian itu, barulah orang-orang yang ada di sekitarnya sadar dan berdatangan untuk melihat kondisi korban. Meski selamat dari maut, korban mengalami luka berat karena gigitan buaya ganas tersebut. Tak pikir lama, keluar Hasani langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tarakan menggunakan seedboad dari Tanah Merah sekira pukul 06.00 Wita tadi pagi.
“(Diantar pagi) Karena saat itu air sedang surut, jadi harus menunggu air pasang dulu,” ungkapnya.
Setelah diberikan perawatan intensif di RSUD Tarakan, Hasani kemudian dibawa ke rumahnya di Kelurahan Mamburungan Timur. “Hari Senin (13 Mei 2019) disuruh datang kembali ke rumah sakit (RSUD Tarakan) untuk kontrol,” katanya.
Hasani juga mengaku, keluarganya dan warga sekitar tempat tinggalnya yang berprofesi sebagai pekerja tambak berharap kepada pihak terkait agar memperhatikan kasus ini. pasalnya, kejadian yang dialami Hasani bukan kali ini saja terjadi. “sudah banyak korbannya,” pungkasnya. (*/bn3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *