Pemerintah Didesak untuk Transparan Bagi Pejabat yang Terpapar Covid-19

  • Whatsapp

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) didesak untuk transparan dalam membuka data pasien pejabat yang menyandang status positif  virus Corona atau Covid-19. Pengamat pemerintahan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Dr Andi Lukman Irwan berpandangan, kejujuran dan pengakuan para pejabat sangat penting.

Khususnya bagi setiap orang  ang pernah berinteraksi secara langsung dengan yang bersangkutan. Tujuannya, kata Andi Lukman, orang disekitarnya bisa mawas diri untuk menekan penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Sehingga orang-orang di lingkungan keluarga, lingkungan tempat kerja dan lingkungan lainnya, di mana pejabat tersebut pernah berinteraksi dapat melakukan upaya pencegahan dan bisa secara mandiri memeriksakan diri supaya mata rantai penyebaran virus tidak semakin berkembang,” kata Andi Lukman beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi.

Diketahui, pejabat publik di ruang lingkup Pemprov Sulsel, baru Kepala Dinas Kesehatan, dr Muhammad Ichsan Mustari secara terbuka mengumumkan dirinya positif virus Corona, melalui video berdurasi dua menit 31 detik yang tersebar di beberap guru WhatsApp wartawan di Sulsel.

Namun, beberapa pejabat lainnya, seperti Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, hingga saat ini belum membeberkan penyakit yang menimpahnya. Sebelumnya, Abdul Hayat Gani masuk ke Rumah Sakit Siloam Makassar  dengan gejala Demam Berdarah Dengue (DBD).

Tapi selang kemudian, Hayat Gani dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Sebagaimana diketahui, RS Wahidin Sudirohusodo merupakan rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah provinsi dalam menangani pasien yang terpapar Covid-19.

Olehnya itu, Dr Andi Lukman Irwan berharap bagi pejabat publik lainnya, agar meniru dan mencontoh sikap yang sudah diperlihatkan Wali kota Bogor, wakil wali kota Bandung, Bupati Karawang, dan  mantan Rektor Unhas Prof Dr Idrus Paturusi. Di mana mereka secara terang – terangan mengumumkan dirinya positif Covid-19.

Terpisah, Guru besar Hukum Tata Negara Unhas Makassar, Prof Dr Aminuddin  meminta Pemprov dalam hal ini Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah untuk mengambil sikap lebih konkrit dalam menekan penyebaran virus Corona. Apakah penanganan Covid-19  untuk memutus penyebaran atau hanya mengobati.

“Saran saya, Pemprov dan khususnya Pemda  di Sulsel harus sigap. Sama sekali tidak boleh setengah-setengah. Harus full untuk bisa menangani dengan baik dan benar Covid-19,” ujarnya.

Informasi, warga Sulsel yang terjangkit virus Corona terus meningkat. Sudah 33 orang dinyatakan positif, 406 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan 80 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP).(*)

 

Reporter: Akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *