Pelaku Bullying Penjual Jalangkote Terancam Enam Tahun Penjara

  • Whatsapp
Pelaku perundungan atau bullying terhadap Rizal saat diamankan di Mapolres Pangkep.

MAKASSAR – Pelaku perundungan atau bullying, Firdaus (26) terancam hukuman penjara selama enam tahun. Melalui keterangan persnya, Humas Polres Pangkep, Aipda Agus Salim mengatakan, bahwa Firdaus dikenakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak.

“Dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan, Jo Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan,” tulis Aipda Agus, Kamis (21/5/2020).

Bacaan Lainnya

Sementara tujuh pelaku lainnya yang turut andil melakukan perundungan terhadap Rizal (12). Dikatakan Aipda Agus, dipersangkakan pasal 76c, dengan ancama hukuman 3 tahun 6 bulan penjara karena memiliki peran, merekam, menyebarluaskan, membiarkan atau membantu pelaku.

Mirisnya lagi, dari delapan orang yang terjerat dalam kasus ini dua di antarnya merupakan anak di bawah umur. Adapun identitas yang diamankan di Polres Pangkep, kata Aipda Agus, yakni, Firdaus (pelaku utama), S, IH, AR, RA, AI, N (perempuan), dan ARH

“Sementara N dan ARH masih di bawah umur, dan mereka semua masih dalam proses penyidikan,” tulis Aipda Agus.

Untuk diketahui, kasus perundungan yang menimpah Rizal, seorang bocah penjual Jalangkote, terjadi Ahad (17/5/2020). Di mana pada pukul 17.30 WITA, setelah Rizal menjajakan dagangannya keliling kompleks sambil mengayuh sepeda, dia menyempatkan waktu untuk beristirahat sejenak di pinggir lapangan Bonto – Bonto, Kecamatan Ma’rang, Pangkep.

Kala itu, dia bertemu dengan komplotan Firdaus cs, akibatnya dia dibully, direkam sambil ditertawakan. Berdasarkan video viral di media sosial dan beberapa grup WhatsApp, Rizal saat itu didorong bersama sepedanya hingga terjatuh.

Akibatnya, bocah tersebut mengalami luka pada bagian lutut dan siku. Atas kejadian inilah, beragam empati masyarakat diluapkan kepada Rizal. Bantuan untuk bocah tersebut terus tersalurkan.

Teranyar, Mantan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman turut berpartisipasi memberi bantuan terhadap Rizal. Dia mengatakan Rizal dipastikan bekerja di perusahaannya di bawah bendera PT Tiran Grup tanpa tes.

Begitupun Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, setelah kasus perundungan itu viral. Dia mengundang Rizal bersama orang tuanya ke rumah jabatan Gubernur di Jalan Sungai Tangka.

Di kesempatan itu, Gubernur Sulsel berikan bantuan kepada Rizal berupa satu unit motor dan tabungan serta beasiswa sekolah selama tiga tahun.

Tak hanya itu, perundungan yang dialami Rizal seakan sebuah berkah untuknya. Pasalnya bantuan terus bergulir, dari perusahaan swasta, instansi pemerintahan, komunitas hingga perorangan.(*)

 

Reporter: Akbar

Editor: M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *