RSUD Bantaeng minta pasien lebih jujur cegah tenaga kesehatan tertular

  • Whatsapp
Pemeriksaan tes cepat oleh tenaga kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantaeng di sejumlah area publik di Bantaeng. ANTARA/HO-Humas Bantaeng

Makassar – Direktur RSUD Prof Dr H M Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng, dr Sultan meminta pasien agar lebih jujur terhadap segala indikasi COVID-19 yang diidapnya untuk mencegah penularan virus corona ke tenaga kesehatan.

“Pasien yang datang ke RS kita ada dari luar Bantaeng. Kita sangat harapkan kejujuran kita semua,” kata dia di Bantaeng, Sabtu, terkait adanya tenaga kesehatan di RSUD Bantaeng yang tertular COVID-19.

Ia menyampaikan bahwa saat ini RSUD Bantaeng masih menjadi rumah sakit yang diandalkan untuk wilayah selatan Sulsel. Oleh karena itu, keberadaan rumah sakit ini akan menjadi rujukan untuk warga tetangga dari luar Bantaeng.

Kata dia, tindakan yang diambil oleh tenaga kesehatan tentu sangat erat kaitannya dengan keterangan yang disampaikan oleh pasien. Sehingga terpaparnya tenaga kesehatan di Bantaeng ini sangat erat kaitannya dengan kejujuran pasien.

Baca Juga :  Sidang Vonis Kasus Dugaan Penipuan eks Bendahara Brimob Polda Sulsel Ditunda

“Oleh karena itu, kami sangat berharap kesadaran semua pihak untuk memberikan keterangan yang jujur terhadap pasien,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga membantah jika RSUD Bantaeng kecolongan sehingga ada tenaga kesehatan yang terpapar corona.

Dijelaskan bahwa pada dasarnya kebutuhan APD (Alat Pelindung Diri) untuk tenaga kesehatan di Bantaeng itu jauh lebih dari cukup. Bahkan dia menyebut APD yang digunakan tenaga kesehatan di Bantaeng itu adalah APD dengan tingkat keamanan level lima.

“Kalau standarnya APD itu level tiga,” ujarnya.

Sementara dokter yang menangani COVID-19 di Bantaeng, dr Saharuddib menambahkan pada dasarnya COVID-19 adalah virus baru yang belum diketahui pasti upaya yang perlu dilakukan.

Baca Juga :  Pemkab Gowa Mendukung Penuh Penerapan PSBB di Makassar, Ini Langkah Bupatinya

“Oleh karena itu, keterangan pasien adalah salah satu langkah awal untuk menentukan tindakan medis terhadap pasien,” tambahnya.(ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *