Abaikan Rekomendasi Golkar, Wahab Tahir Ingin Tumbangkan Danny Pomanto di Pilwali Makassar

  • Whatsapp
Anggota DPRD Makassar dari Fraksi Golkar, Abdul Wahab Tahir

MAKASSAR – Hengkangnya Danny Pomanto (DP) dari usungan Partai Golkar di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar disebut-sebut tak lepas dari peran besar Partai NasDem. Upaya tersebut melalui istri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel) Rusdi Masse, Fatmawati yang didorong untuk mendampingi DP.

Lantaran, Partai NasDem peraih enam kursi enggan berkoalisi dengan Partai Golkar pemilik lima kursi di DPRD Makassar pada perhelatan kontestasi politik lima tahunan ini. Serta, NasDem dianggap tidak mengizinkan Danny Pomanto menggaet anak pelaksana tugas ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid, Andi Zunnun Armin sebagai pendampingnya. Di mana, DP merupakan kader NasDem.

Bacaan Lainnya

“Bukan NasDem yang menolak Zunnun, bukan NasDem yang menolak Golkar. Tapi NasDem yang melarang kadernya berpaket dengan Zunnun. Coba ada yang berani bantah narasi saya? Karena saya tokoh utamanya.

Dan semua narasi saya, tidak boleh dibantah (Danny Pomanto) karena kalau dia bantah, itu bahaya, jadi cukup saya dan tuhan yang tahu,” beber elite Golkar Makassar, Abdul Wahab Tahir saat ditemui di gedung DPRD Makassar, Selasa (14/7/2020).

Dengan ketidakpastian wali kota Makassar periode 2014 – 2019 itu  sehingga Partai Golkar mengalihkan dukungan ke kandidat lain, Irman “None” Yasin Limpo. Wahab Tahir menegaskan, meskipun dia memiliki hubungan persahabatan dengan Danny Pomanto, dirinya meyakini mampu memenangkan usungan Golkar di Pilwali Makassar.

“Kita sudah menetapkan dukungan ke Danny Pomanto, dan dia tinggalkan kita. Otomatis kita pindah dong. Masa kita mau berlama-lama bernostalgia dengan hal yang tidak pasti.

DP itu sahabat saya, tapi soal pilihan minta maaf, saya harus mengambil sikap. Untuk memberikan proses pembelajaran politik kepada warga Makassar. Boleh saya suka anda, tapi belum tentu seluruh perilaku anda boleh kami terima, boleh saya suka anda tapi belum tentu saya pilih,” tegasnya Sekretaris Golkar Makassar ini.

“Kalau soal Pilkada cuman dua, kita hanya berbicara pemenang dan pecundang. Kalau Anda kalah anda jadi pecundang dan kalau  menang Anda jadi pahlawan. Tapi tidak begitu budayanya orang Sulsel. Boleh Anda kalahkan orang tapi jangan permalukan orang, karena kalau Anda sudah keterlaluan Anda bisa dibaleki (dibalas, bahasa daerah kota Makassar, red),”  ujar Wahab.

Sehingga legislator DPRD Makassar ini berdoa, kedepannya Danny Pomanto mampu mendapatkan blanko  B1-KWK format KPU dari partai pengusungnya, yakni, NasDem dan Gerindra. Karena dia mengaku, sudah tak sabar untuk mengerahkan potensi yang dimilikinya untuk memenangkan usungan partainya melawan Danny Pomanto.

“Kalau membangun komunikasi politik dengan orang,   itu yang dilihat endingnya, tidak boleh putus.  Makanya kita selalu diajarkan jangan kelewatan, biar orang penakut  tapi kalau sudah keterlaluan pasti dia melawan. Tapi saya santai-santi saja, dan saya berdoa mudah mudahan beliau (Danny Pomanto) mampu mendapatkan blanko B1-KWK. Jadi di Pilwali nanti pertarungan antara sahabat Danny dan Wahab. Khusus di dapil saya, dapil II, dan saya yakinkan bisa kalahkan Danny di Dapil II,” ungkap Wahab. Di mana Dapil II meliputi Kacamatan Kepulauan Sangkarrang, Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, dan Tallo.

“Semua  potensi yang saya  punya akan saya kerahkan memenangkan usungan Golkar. Tidak ada ampun. Laskar Anak lorong Makassar jelas sikapnya, yang saya bina hingga puluhan tahun.  Saya memang kecewa dengan  Pak Danny, tapi marah tidak,” tambah Wahab, yang turut terlibat   membantu Danny Pomanto membangun komunikasi ke Pusat hingga mendapatkan rekomendasi Golkar.

Diketahui jauh sebelumnya, Danny Pomanto diberi rekomendasi  langsung oleh ketua umum Golkar, Airlangga Hartarto di sela-sela tasyakuran partai berlambang pohon beringin itu, di Celebes Convention Center (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Maret 2020 lalu.

Rekomendasi tersebut diberikan kepada Danny Pomanto, dengan catatan di Pilwali Makassar  menggandeng wakil dari partai Golkar, yakni, Andi Zunnun. Namun Danny Pomanto melepas komitmen tersebut dan mengikuti keinginan partainya untuk berpaket dengan Fatmawati Rusdi.(*)

 

Reporter: Akbar

Editor: M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *