Lembaga Sorot Tantang Kapolda Sulsel Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Gedung LPMP Sulsel

  • Whatsapp
Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol Merdisyam

MAKASSAR – Lembaga Sorot Indonesia menantang Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol Merdisyam menuntaskan seluruh penanganan kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani jajarannya. Salah satunya penyelidikan dugaan korupsi proyek renovasi gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel.

Kendati gedung LPMP Sulsel dari hasil penyelidikan Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel ditemukan adanya dugaan kelebihan pembayaran dalam pengerjaan proyek yang bersumber dari anggaran bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2019.

Bacaan Lainnya

“Tentunya masyarakat mengandalkannya (Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam),” kata Direktur Sorot Indonesia, Amir Made Amin, Ahad (13/9/2020).

Dia berharap kepada jajaran Polda Sulsel disiplin dan komitmen dalam menyelidiki suatu kasus korupsi. Di mana upaya pengembangan penyelidikan harus dilakukan secara terus-menerus. Bukan hanya pekan ini diselidiki kemudian bulan depannya penyelidikan berhenti.

“Seperti kasus LPMP ini, jangan serius diawal, lemas diakhir. Itu artinya tak ada progres yang terang sehingga masyarakat menilai penyidiknya tak miliki kemampuan menyelesaikan suatu perkara,” pinta Amir.

“Itu artinya penyidik tidak tegas. Kalau terjadi demikian, maka penyidik itu diganti. Karena disamping tidak tegas, juga tidak komitmen dengan sumpahnya atau janjinya sebagai penyidik,” ungkap Amir.

Terlepas dari itu, Amir mengaku masih berkeyakinan bahwa penyidik Polda Sulsel masih bisa diandalkan dalam penuntasan kasus dugaan korupsi pada proyek renovasi gedung LPMP Sulsel.

“Saya yakin itu. Apalagi Kapolda kan baru dan tentu harus memperlihatkan taringnya di Sulsel. Masyarakat tentu mengandalkannya,” Amir menandaskan.

Diketahui dalam kasus LPMP, Dit Reskrimsus Polda Sulsel telah menurunkan tim mengaudit fisik pengerjaan proyek renovasi gedung tersebut. Dimana penyidik menemukan adanya dugaan kelebihan pembayaran dalam pengerjaan proyek itu.

Tak hanya itu, informasinya, tim penyidik juga telah memeriksa maraton sejumlah saksi yang terkait. Terhitung sudah sekitar 17 hingga 18 orang saksi telah diambil keterangannya.

“Sebelumnya kita sudah panggil Kepala LPMP Sulsel untuk klarifikasi, namun yang bersangkutan tak bisa hadir. Dia minta didampingi oleh Inspektorat,” terang Kasubdit 3 Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel, Kompol Rosyid belum lama ini.(*)

 

Reporter: Akbar
Editor: M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *