Tambang Galian C Ilegal di Antang Kembali Beraktivitas, Seakan Terjadi Pembiaran

  • Whatsapp
ILUSTRASI

MAKASSAR РWarga Kota Makassar, Andi Arfandi dan Kasmah Hadi melalui Kuasa Hukumnya, Haji Jamaluddin sangat menyayangkan sikap aparat Kepolisian yang tak menuntaskan kasus dugaan tambang galian C di Nipa-Nipa, Antang, tepatnya di depan Kampus STIBA Makassar yang  telah dilaporkan.

Menurut Haji Jamaluddin,  aktivitas penambangan galian C ilegal tersebut kembali berjalan tanpa ada sedikit pun pengawasan dari pihak Kepolisian dalam hal ini Polsek Manggala hingga Polda Sulsel.

Bacaan Lainnya

“Pelaku kembali menambang lagi. Ini ada apa, seakan memang ada pembiaran atau jangan-jangan ada oknum yang bermain di belakangnya,” kata Haji Jamaluddin via telepon, Rabu 14 Oktober 2020.

Ia berharap kasus tambang galian C ilegal yang di Nipa-nipa yang sebelumnya telah ia laporkan baik dari tingkat Polsek, Polres hingga Polda Sulsel, bisa dituntaskan dengan utuh. Tidak sengaja digantung malah terkesan diabaikan.

“Kasusnya sampai sekarang tidak jelas perkembangannya. Malah barang bukti eskavator yang ada di lokasi tambang yang sebelumnya sempat dipasang garis polisi kini sudah hilang di lokasi. Ada apa ini,” terang Haji Jamaluddin.

Ia berjanji jika kasus tambang galian C ilegal di Nipa-nipa, Manggala tak dituntaskan oleh Polrestabes Makassar, maka ia akan melapor ke tingkat yang lebih atas yakni ke Bareskrim Mabes Polri. “Saya akan ke Mabes Polri melapor kembali,” tegas Haji Jamaluddin.

Sebelumnya, Haji Jamaluddin membeberkan adanya aktivitas penambangan galian c ilegal di daerah Nipa-Nipa, Kecamatan Manggala, Makassar.

Ia bahkan telah menyurati Polda Sulsel sebagai upaya menindaklanjuti temuannya di lapangan yang menemukan adanya aktivitas penambangan galian c yang diduga ilegal yang dilakukan oleh sejumlah orang menggunakan alat berat berupa eskavator.

“Kami sayangkan adanya kegiatan tambang galian c di lokasi dan itu tidak berizin alias diduga kuat ilegal,” kata Jamaluddin dalam konferensi persnya kemarin di Kanrerong Jalan Kartini, Makassar.

Ia mengaku telah berkali-kali menegur secara tertulis seluruh pihak yang berkepentingan diantaranya Kelurahan setempat, Camat setempat hingga aparat penegak hukum dalam hal ini Polsek Manggala.

“Tapi seakan-akan semuanya diabaikan padahal jelas-jelas kegiatan tambang galian c di lokasi tersebut jelas tak berizin. Pemkot Makassar dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup juga harusnya tegas menghentikan kegiatan yang merugikan masyarakat tersebut,” jelas Jamaluddin.

Menanggapi temuan warga tersebut, Direktur Aliansi Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (APAK RI) Mastan mengatakan seharusnya aparat penegak hukum segera merespon cepat.

“Kalau betul ada aktifitas tambang galian c diduga tak berizin yang dimaksud, itu harus ditindaki tegas dengan membawanya ke ranah tindak pidana korupsi (tipikor),” kata Mastan.

Selain merugikan masyarakat akan ancaman dampak kerusakan lingkungan, aktifitas penambangan secara ilegal tentunya juga jelas merugikan perekonomian negara. Sehingga sangat tepat jika masalah ini ditindaklanjuti segera dan dibawa ke ranah tipikor.

“Artinya jika betul aktifitasnya tak berizin. Kan tinggal memeriksa pihak-pihak yang memiliki kewenangan sejauh mana mereka jalankan kewenangannya. Karena bisa jadi adanya unsur kelalalain ataupun kesengajaan didalamnya sehingga aktifitas tersebut berjalan dan telah merugikan perekonomian negara,” terang Mastan.

Ia berharap aparat penegak hukum segera turun ke lokasi untuk menyelidiki adanya aroma korupsi dalam kegiatan penambangan galian c di daerah Nipa-Nipa yang kabarnya diduga ilegal alias tak mengantongi izin tersebut.

“Ini penting untuk menyelamatkan kepentingan negara. Bayangkan jika nantinya betul tak berizin dan kemudian dibiarkan terus beraktifitas, maka kerugian perekonomian negara semakin besar. Makanya harus segera ditindaki agar tidak menyebabkan kerugian yang lebih besar,” imbuh Mastan.(*)

 

Reporter: Akbar

Editor: M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *