Pasangan Danny-Fatma Diduga Tersandung Money Politic, Bawaslu Rekomendasikan ke Polisi

  • Whatsapp
ILUSTRASI

MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Makassar menyebut bahwa pasangan calon (paslon) di pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwali) Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Fatmawati Rusdi (Danny – Fatma) terindikasi melanggar Undang Undang (UU) Pilkada 187 A ayat 1.

Komisioner Bawaslu kota Makassar, Sri Wahyuningsih mengatakan, pihaknya  telah merekomendasikan ke Polrestabes Makassar untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut atas adanya dugaan money politik, sesuai isi UU Pilkada pasal 187 A tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kita sudah meluruskan ke Polrestabes kasus yang dilaporkan ke Bawaslu (dugaan money politik). Kasus penanganannya di Bawaslu kan sudah selesai, makanya kita teruskan ke Polrestabes,” kata Sri Wahyuningsih Kamis (15/10/2020).

Menurut Sri Wahyuningsih, sesuai temuan atas pengusutan dilakukan pihaknya, dibenarkan ada kejadian bagi – bagi sembako. “Kalau kita merujuk pada Undang-Undang Pilkada 187 A ayat 1, ini yang bagi – bagi terbukti melanggar,” urainya.

Hanya saja Sri Wahyuningsih tidak menyebutkan secara spesifik bahwa yang direkomendasikan ke Polrestabes kota Makassar untuk dilakukan penyidikan pasangan calon dengan jargon Adama tersebut, melainkan oknum yang melakukan bagi – bagi sembako.

“Jadi yang ditangani (Bawaslu) bukan paslonnya, tapi orang yang bagi – bagi, karena saya juga tidak tahu apakah ada hubungannya sama paslon. Jadi bukan paslonnya, cuman ada orang ditemukan melakukan money politic, terkait ada hubungannya dengan paslon itu butuh penyelidikan lebih jauh, sehingga kita teruskan ke Polisi. Karena di penyidikan bisa dikembangkan, ada hubungannya dengan siapa,” Sri menandaskan.

Sebelumnya, Tim Kuasa Hukum paslon di Pilwali Makassar Munafri Arifuddin – Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman), Yusuf Gunco melaporkan pasangan Danny – Fatma ke Bawaslu Makassar atas adanya dugaan money politic.

Yusuf Gunco menerangkan bahwa laporan tersebut berdasarkan alat bukti. Di mana bukti tersebut berupa rekaman video adanya paket sembako berupa beras yang diangkut dengan mobil box dan diturunkan di salah satu rumah yang diduga sebagai  posko Adama.

Tepatnya di Tamajene, Kelurahan Karuwisi Utara, RT 03 RW 07, Kecamatan Panakukang, hal itu berdasarkan video rekaman yang diterima dan beberapa bukti lainnya seperti foto-foto dan juga tanda bukti penerima sembako

“Jadi kami tidak gegabah, ini kita laporkan dengan pertimbangan ada banyaknya bukti yang valid bahwa Paslon nomor urut 1 (Danny – Fatma) ini diduga kuat melakukan money politic,” kata Yusuf Gunco belum lama ini.(*)

 

Reporter: Akbar

Editor: M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *