Awal Tahun 2021, Kejati Sulsel Akan Lanjutkan Kasus Tipikor PDAM Makassar

  • Whatsapp

MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) menyebut akan melanjutkan kembali pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengelolaan anggaran di lingkup Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kota Makassar.

Menurut Wakil Kepala Kejati Sulsel Rizal Nurul Fitri, bahwa tindaklanjut pengusutan kasus dugaan Tipikor di PDAM Makassar akan dimulai awal tahun 2021. Dia menjelaskan, pengusutan kasus itu sempat dilakukan penundaan lantaran adanya pesta demokrasi di kota Makassar, Pilkada 2020

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Legislator DPRD Sulsel Kunjungan ke Senayan, Sampaikan Penolakan RUU Omnibus Law

“Kasus Korupsi PDAM Makassar, Januari kita akan lanjutkan penyelidikannya kembali. Kemarin  ditunda, karena mengarah petunjuk pimpinan, kita tidak mau menjadi bagian-bagian dari Politik. Karena saat proses penyelidikan orang yang kita periksa adalah Bakal calon-calon Wali Kota Makassar, ” kata Rizal Nurul Fitri saat melakukan press release akhir tahun 2020 Kinerja Kejati Sulsel, Rabu (30/12/2020).

“Penyelidikan belum selesai dan masih berjalan,” dia menambahkan.

Informasinya  dalam kasus Tipikor PDAM kota Makassar, penyidik bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel  menyelidiki adanya pengendapan dana cadangan dan dividen milik PDAM Makassar yang nilainya ditaksir mencapai Rp80 miliar di Asuransi Bumiputera.

Pengelolaan dana cadangan dan dividen itu, informasinya dikelola sendiri oleh internal perusahaan daerah yang dimaksud.

Baca Juga :  Apresiasi Jaksa Agung Rombak Unsur Pimpinan di Kejati Sulsel, ACC Sulawesi: Karena Kerjanya Nol Besar

Pengendapan dana yang nilainya cukup besar itu, ditemukan setelah tim penyidik Intelijen Kejati Sulsel mendalami adanya dugaan kebocoran dana tantiem (hadiah untuk karyawan yang bersumber dari keuntungan perusahaan), bonus pegawai, dan kelebihan pembayaran beban pensiunan.

Sebagaimana diketahui, dana cadangan yang dikelola oleh internal PDAM Makassar besarannya sekitar 20 persen dari laba perusahaan. Sementara dana dividen, nilainya ditaksir 45 persen dari laba perusahaan.(*)

Reporter: Akbar
Editor : M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *