Terduga Teroris yang Ditembak Mati di Villa Mutiara Makassar Dikenal Pribadi yang Baik

  • Whatsapp

MAKASSAR РAparat kepolisian dari Densus 88 Anti Teror Polri bersama Tim Gegana Polda Sulsel mengungkap persembunyian terduga teroris yang disinyalir berada dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Villa Mutiara Cluster Biru, Jalan Boulevard, Kelurahan  Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu pagi (6/1/2021) kemarin.

Dalam pengungkapan terduga teroris, Polisi mengamankan sebanyak 20 orang, dua antaranya meninggal dunia. Densus 88 Polri menembak mati dua orang terduga teroris tersebut lantaran melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam saat hendak diamankan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  DPP Golkar Sudah Tentukan Jagoannya di Pilkada Sulsel

Informasinya, dua terduga teroris yang ditembak mati bernisial MR (46) dan SA (23), keduanya memiliki hubungan keluarga yakni mertua dan menantu.

Menurut pengakuan warga setempat, terduga teroris yang ditembak mati dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah. Selama ini, kabarnya mereka berprofesi sebagai wiraswasta.

“Orangnya baik, dia pernah jualan bahan campuran di rumahnya,” kata salah seorang warga yang enggan identitasnya dipublikasikan.

Menurut orang yang sama, terduga teroris tersebut dikenal sebagai sosok pendiam dan tertutup serta jarang berinteraksi sesama warga. “Memang pendiam orangnya. Tapi memang jarang komunikasi,” bebernya.

Puluhan terduga teroris tersebut diamankan Polisi di kompleks perumahan villa Mutiara di rumah nomor 1 dan nomor 24. Kabarnya, puluhan terduga teroris ini berafiliasi dengan JAD serta menyatakan baiat pada ISIS sejak tahun 2015 di Pondok Pesantren Aridho yang dipimpin oleh Ustaz Basri. Mereka juga disebut pernah ingin bertolak ke Suriah bergabung dengan ISIS pada tahun 2016, namun digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga :  Bakan Calon Wali Kota Kunjungi Korban Kebakaran di Jalan Barukang, Janjikan Bantuan

Kabar lainnya bahwa terduga teroris ditembak mati pernah membantu pelarian kasus terorisme Andi Baso yang diduga terlibat dalam pengeboman gereja di Samarinda pada 2017 lalu.(*)

 

Reporter: Akbar
Editor : M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *