Wahab Tahir Inginkan Perubahan di Pucuk Pimpinan Golkar Makassar

  • Whatsapp
Legislator DPRDKota Makassar, Abdul Wahab Tahir

MAKASSAR – Politikus dari Partai Golkar, Abdul Wahab Tahir berharap di musyawarah daerah (Musda) di tingkat DPD II  kota Makassar terjadi perubahan di posisi pucuk pimpinan. Dia menginginkan Musda Golkar Makassar menciptakan regenerasi sebagai upaya mengembalikan kejayaan partai berlambang pohon beringin itu di kota ‘para daeng’.

“Saya menyatakan tidak bersedia maju calon ketua di Musda Golkar Makassar, karena saya tidak mampu dan sudah masuk usia tua. Saya hanya berharap Musda kali  ini menciptakan regenerasi untuk mengembalikan kejayaan partai Golkar di kota Makassar,” kata Wahab, Senin (11/1/2021).

Bacaan Lainnya

Keinginan Legislator DPRD Makassar ini bukan tidak beralasan. Dia mengungkapkan jika berkaca pada pesta demokrasi di kota Makassar belakangan ini, partai Golkar sering mengalami kekalahan.

Sebut saja di pemilihan wali kota Makassar di tahun 2018, kala itu Golkar membangun koalisi yang cukup gemuk mengusung pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) Meski diusung 10 partai politik, namun pasangan ini dikalahkan kolom kosong.

Kolom kosong memperoleh suara sebanyak 300.795, sedangkan Appi-Cicu meraih suara sebanyak 264.245. Dengan persentase, kolom kosong sebanyak 53,23 persen dan Appi-Cicu sekitar 46,77 persen.

Tak hanya itu, selang setahun kemudian di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Golkar Makassar kembali keok. Di mana kursi pucuk pimpinan di DPRD Makassar direbut oleh partai NasDem.

Terbaru, Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 menambah deretan kekalahan Partai Golkar di kota Makassar yang di nahkodai Farouk M Betta.

Usungan Golkar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun  kalah telak dibanding tiga kontestan lainnya. Pasangan hanya meraih 4,9 persen atau 25.810 suara.

“Kekalahan di Pilkada  dan Pileg adalah pelajaran yang paling berharga bagi seluruh kader partai Golkar. Olehnya itu mari kita segera berbenah. Sebaiknya calon ketua ke depan harus memiliki kemampuan dan dapat diterima oleh semua kalangan,” ungkap legislator yang memasuki empat periode di DPRD Makassar ini.

Penggagas komunitas Ana’ Lorong Makassar ini menambahkan, kiranya ketua Golkar yang terpilih melalui hasil Musda nanti dapat merubah pola komunikasi kepada setiap kader dan simpatisan. Tujuannya, kata dia, agar Golkar Makassar segera berbenah dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

“Golkar ke depan adalah Golkar yang melayani rakyat dan bukan yang dilayani. Jadi siapapun dia (ketua Golkar Makassar), yang pasti harus ada perubahan agar kita bisa segera melakukan pembenahan untuk mengembalikan kejayaan partai Golkar di kota Makassar. Harus ada perubahan dan regenerasi,” imbuhnya.(*)

Reporter: Akbar
Editor : M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *