Kabarnya Sudah 42 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Bermagnitudo 6,2 di Sulbar

  • Whatsapp
Upaya evakuasi dilakukan  terhadap korban yang terjebak reruntuhan bangunan akibat gempa bermagnitudo 6,2 di Sulbar

MAJENE – Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) kembali melaporkan  data terkini jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Sulawesi Barat (Sulbar) mencapai 42 orang hingga Sabtu (16/1/2021). Korban meninggal dunia itu ditemukan di dua lokasi.

“Rinciannya 34 orang  di kabupaten Mamuju dan delapan orang di kabupaten Majene,” sebut kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati melalui keterangan persnya.

Bacaan Lainnya

Kantor Gubernur Sulbar ambruk.

Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data-data kerusakan akibat gempa bumi  tersebut. Adapun Kerusakan di Kabupaten Mamuju antara lain Rumah Sakit Mitra Manakarra rusak berat, RSUD Kabupaten Mamuju rusak berat, serta kerusakan di Pelabuhan Mamuju dan Jembatan Kuning yang berlokasi di Takandeang, Tapalang Mamuju.
Sedangkan di Kabupaten Majene, ada 300 unit rumah rusak.

Namun sejauh ini masih dilakukan proses pendataan. Menurut informasi yang sama, ada tiga rumah sakit  memberikan pelayanan kedaruratan, antaranya RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi Sulbar, dan RSUD Kabupaten Mamuju.

“Sebagian wilayah di Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik dan sebagian lainnya masih mengalami gangguan. Kabupaten Majene masih dilakukan proses perbaikan arus listrik sehingga seluruh wilayah masih dalam keadaan padam, ”
beber Dr. Raditya Jati.

Dia menambahkan, BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta beroordinasi dengan TNI – Polri, Basarnas, relawan dan instansi terkait dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa tersebut.

“BNPB telah mendistribusikan bantuan dalam penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, antara lain mengerahkan empat helikopter dalam mendukung penanganan darurat, 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA, ” imbuhnya.(*)

Reporter: Akbar
Editor : M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *