Kasus Bansos Covid-19 Makassar, Kombes Pol Widony: Pelakunya Tidak Akan Lepas, Siapapun di Belakangnya

  • Whatsapp
Salah seorang warga kota Makassar yang terdampak virus corona (covid-19) menerima bantuan sosial dari pemerintah kota

MAKASSAR – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan  (Ditreskrimsus Polda Sulsel) terus menggenjot penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada pengadaan paket sembako bantuan sosial (bansos) bagi warga yang terdampak virus corona (COVID-19) di kota Makassar.

Di mana, kasus  dugaan mark-up anggaran pengadaan 60 ribu paket sembako bantuan sosial  COVID-19 tersebut telah naik ke tahap penyidikan, setelah penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel  melakukan pemeriksaan terhadap 70 orang saksi termasuk kepala Dinas Sosial kota Makassar, Mukhtar Tahir.

Bacaan Lainnya

Direktur Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Widony Fedri menekankan bahwa untuk menetapkan tersangka dalam kasus yang menyangkut kemanusiaan ini, pihaknya masih menunggu hasil audit total penghitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sulsel.

“Bansos Makassar tinggal tunggu hasil audit BPKP, setelah itu penetapan tersangka. Inti dari semua perbuatan ini, tidak akan ada pelaku yang lepas dari jerat Tipikor, siapapun di belakangnya. Apalagi pelaku yang memanfaatkan dana covid ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok, ancamannya pidana mati,” tegas Kombes Pol Widony dikutip Rabu (27/1/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun terkait kejanggalan bantuan sosial COVID-19 di kota Makassar, bahwa semestinya setiap penerima bantuan mendapatkan paket bantuan sosial  senilai Rp600 ribu. Tetapi kenyataannya, harga total seluruh item sembako dalam per paket bantuan sosial tidak sesuai nilai yang seharusnya.

Adapun rincian sembako tersebut masing-masing, beras 10 kilogram: Rp105.000, mi instan 1 kartun (dos): Rp92.000,  3 bungkus sabun cuci 1 kilogram: Rp 17.000, serta 4 biji sabun mandi: Rp12.000. Selanjutnya, odol 120 gram: Rp12.500, 4 kaleng susu: Rp28.000, minyak goreng 2 liter: Rp22.000, gula pasir 1 kilogram: Rp12.500. Jika ditaksir, harga keseluruhannya hanya berkisar Rp290.500.(*)

 

Reporter : Akbar

Editor: M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *