Ditreskrimsus Polda Sulsel Genjot Penyelidikan Dugaan Korupsi Renovasi Gedung LPMP

  • Whatsapp

MAKASSAR – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Ditreskrimsus Polda Sulsel) bidang tindak pidana korupsi (Tipikor) terus menggenjot penyelidikan kasus dugaan korupsi pada proyek renovasi gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel di Jalan Ap Pettarani, Kota Makassar.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli mengatakan, bahwa  kasus tersebut sementara masih berproses di tahap penyelidikan. Fadli juga membeberkan, pengusutan renovasi gedung LPMP yang menelan anggaran sekitar  Rp28 miliar di tahun 2019 tersebut, sudah melakukan pemeriksaan sedikitnya 10 orang saksi.

Bacaan Lainnya

“Masih proses penyelidikan. Karena kasus korupsi itu prosesnya lama. Dan sudah 10 orang saksi sudah diambil keterangannya,” kata Fadli ketika dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (28/1/2021).

Sebelumnya, Dir Reskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri mengatakan, pihaknya telah mengaudit fisik pengerjaan proyek tersebut. “Hasil audit fisiknya ditemukan ada dugaan kelebihan bayar karena ada perubahan dari bentuk fisik pekerjaan,” kata Widoni saat dikonfirmasi  belum lama ini.

Ia berjanji akan terus mendalami seluruh peran pihak yang terlibat dalam kegiatan pekerjaan proyek yang diduga merugikan negara. Termasuk, kata dia, mendalami sejauh mana peran Kepala LPMP Sulsel, Abdul Halim Muharram.

“Sebelumnya kita sudah panggil Kepala LPMP Sulsel untuk klarifikasi, namun yang bersangkutan tak bisa hadir. Dia minta didampingi oleh Inspektorat,” terang Widoni.

Terpisah, Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi Kadir Wokanubun mengaku mendukung upaya Polda Sulsel mengusut tuntas adanya bau korupsi dalam pengerjaan proyek yang bernilai puluhan miliar itu.

“Pelaksanaan lelang pekerjaannya kalau tidak salah sempat dilapor ke Ombudsman karena panitia memenangkan perusahaan yang memiliki penawaran tinggi. Bukan perusahaan yang menawarkan nilai terendah. Saya kira itu sudah aroma korupsi,” Kadir menandaskan.(*)

 

Reporter: Akbar

Editor: M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *