RSUD Lagaligo Lutim Kabarnya Jadikan Pasien Positif Covid-19 Ketika Meninggal Dunia

  • Whatsapp

LUWU TIMUR – Baru-baru ini  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur (Lutim) mengundang kontroversi. Pasalnya pihak RSUD kabarnya ‘memvonis’ pasien bernama Sejuta Podandi positif virus corona (Covid-19) ketika sudah meninggal dunia.

Bahkan, warga dari kelurahan Ledu – Ledu, kecamatan Wosuponda, kabupaten Lutim ini, informasinya dimakamkan menggunakan  protokol kesehatan ekstra ketat di tempat pemakaman khusus Covid-19. Meski melalui hasil pemeriksaan polymerase chain reactionn atau PCR, Sejuta Podandi negatif Covid-19 ketika masih menjalani perawatan di RSUD Lagaligo pada Januari 2021 lalu.

Bacaan Lainnya

“Satu minggu (Sejuta Podandi) dirawat di rumah sakit, saat itu mungkin dicurigai Covid-19 kemudian diadakan tes PCR tanggal 28 Januari kemarin. Namun hasil PCR itu dinyatakan negatif.

Terus dua hari kemudian (Sejuta Podandi) meninggal dunia. Begitu meninggal (Sejuta Podandi) dinyatakan covid dan dimakamkan secara protokol covid, ” sebut salah seorang keluarga Sejuta Podandi, Hendrik Malaha melalui sambungan telepon, Senin (1/2/2021).

Atas kejadian ini, Hendrik merasa heran  dengan upaya Rumah Sakit milik pemerintah kabupaten Lutim tersebut, serta mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) yang dimiliki RSUD Lagaligo.

“Jadi ini bagaimana? Masa hasil PCR negatif, terus dibilang covid setelah meninggal. Begitukah SOP-nya, nanti meninggal baru dinyatakan positif, ” tanya Hendrik disertai keluhan.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait kejadian tersebut hingga kini pihak RSUD Lagaligo Lutim belum memberikan jawaban dari pertanyaan yang dikirim, baik melalui nomor kantor maupun via email.(*)

 

Reporter: Akbar

Editor: M. Yanudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *