Syarat Jadi Ketua Golkar Makassar, Setiap Calon Harus Peroleh 30 Persen Suara

  • Whatsapp

Makassar – DPD II Partai Golkar Makassar mulai menyiapkan sejumlah tahapan dalam menyambut musyawarah daerah (Musda) ke – X. Pekan ini, Golkar Makassar mulai membuka pendaftaran bagi calon ketua periode 2021-2025.

Ketua SC Musda X Golkar Makassar, Iswan S.Utomo mengatakan, tanggal 20 sampai 23 Februari 2021 merupakan tahapan pengambilan dan pengembalian formulir bagi calon ketua di kantor sekretariat Golkar Makassar, Jalan Lasinrang. Kemudian tanggal 24 sampai 25 Februari 2021, verifikasi syarat dukungan dan penetapan calon ketua.

Lalu dilanjutkan tanggal 28 Februari 2021 menjadi waktu yang dipilih untuk digelarnya Musda, “kita mengancang-ancang tanggal 28 Februari 2021 sebagai hari H Musda. Namun, kita juga menyiapkan skenario lain hingga tanggal 6 Maret 2021, tergantung kesiapan Ketua Golkar Sulsel, Pak Taufan Pawe,” kata Iswan, Jumat (19/2/2021).

Iswan menjelaskan, bahwa setiap calon ketua yang berkeinginan maju di Musda ke-X Golkar Makassar harus memperoleh syarat dukungan 30 persen dari 21 pemilik suara sah.

“Lalu tanggal 24 Februari kami akan langsung melakukan penetapan calon ketua.
Semua calon ketua wajib menyerahkan dukungan minimal 30 persen dari total pemilik suara. Akan ada 21 pemilik suara di Musda,” beber Iswan.

Menurut Iswan, Musda ke-X Golkar Makassar dianggap penting karena menyangkut kebesaran partai berlambang pohon rindang di “kota daeng”.
Mengingat jika berkaca pada pesta demokrasi di kota Makassar belakangan ini, partai Golkar sering mengalami kekalahan.

Sebut saja di pemilihan wali kota Makassar di tahun 2018, kala itu Golkar membangun koalisi yang besar dengan mengusung pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu). Meski diusung 10 partai politik, namun pasangan ini dikalahkan kolom kosong.

Kolom kosong memperoleh suara sebanyak 300.795, sedangkan Appi-Cicu meraih suara sebanyak 264.245. Dengan persentase, kolom kosong sebanyak 53,23 persen dan Appi-Cicu sekitar 46,77 persen.

Tak hanya itu, selang setahun kemudian di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Golkar Maka MKssar kembali keok. Di mana kursi pucuk pimpinan di DPRD Makassar yang awalnya di tempati Partai Golkar kini direbut oleh partai NasDem.

Terbaru, Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 menambah deretan kekalahan Partai Golkar di kota Makassar yang di nahkodai Farouk M Betta.
Di mana usungan Golkar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun  kalah telak dibanding tiga kontestan lainnya. Pasangan ini hanya meraih 4,9 persen atau 25.810 suara.

“Dalam rangka Musda Golkar Makassar ke-10, khusus untuk musda kali ini melihat dari kinerja Golkar sebelumnya terjadi penurunan perolehan suara. Sehingga momentum Musda kali ini terjadi pembangkitan perolehan suara partai Golkar menghadapi pemilu ke depan di tahun 2024. Sehingga untuk menentukan calon ketua sangat penting sekali dibahas nanti tahapan – tahapan pelaksanaan Musda, ” imbuh Iswan.

Sebagaimana diketahui, ada sejumlah nama yang mulai mencuat sebagai penantang inkumben ketua Golkar Makassar, Farouk M Betta. Antaranya pelaksana tugas ketua Golkar Makassar Irianto Ahmad, anggota DPRD Sulsel dari fraksi Golkar Rahman Pina, wakil ketua DPRD Makassar dari Golkar Andi Nurhaldin dan kader Golkar Juniat Arge. (*)

Repoerter : akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *