Munafri Arifuddin dan Nurhaldin Ambil Formulir untuk Maju di Musda Golkar Makassar

  • Whatsapp
Wakil ketua DPRD Makassar Andi nurhaldin nurdin halid (memakai topi) meneeima formulir pendaftaran calon ketua gilkar makassar. (Foto istimewa)

Makassar – Sejauh ini baru dua kandidat yang mengambil formulir pendaftaran untuk maju di musyawarah daerah (Musda) ke-X Golkar Makassar. Keduanya adalah CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin dan wakil ketua DPRD Makassar, Andi Nurhaldin Nurdin Halid.

Munafri Arifuddin (Appi) yang mengutus Liaison Officer (LO), Faturrahman, datang lebih awal mengambil formulir pendaftaran di Kantor Sekretariat Golkar Makassar di Jalan Lasinrang, Ahad (21/2/2021). Faturrahman tiba sekitar pukul 11.30 WITA.

Selang kemudian, tanpa diwakili Andi Nurhaldin menyusul mmengambil langsung ormulir sekitar pukul 13.00 WITA. Kedatangan mereka disambut sejumlah pelaksana tugas pengurus DPD II Golkar Makassar, antaranya, A Mallombassi Hamka, Usman Sofian, dan sejumlah pengurus lainnya.

Ketua SC Musda ke-X Golkar Makassar, Iswan S.Utomo mengatakan, untuk jadwal pengembalian formulir belum ada penyampaian atau informasi dari kedua bakal calon.

” Iya sudah dua orang yang ambil formulir, yakni Pak Appi dan A. Nurhaldin Nurdin Halid. Untuk pengembalian formulir infonya belum ada, ” terang Iswan melalui pesan WhatsApp, Ahad (21/2/2021).

Sebagaimana diketahui jadwal pengambilan dan pengembalian formulir bakal calon ketua yang bertarung dalam Musda ke-X Golkar Makassar hanya berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 20 hingga 22 Februari 2021.

Dalam proses pendaftaran dan pengembalian formulir, setiap bakal calon diwajibkan untuk menyertakan persyaratan 30 persen dukungan dari 21 pemilik suara sah atau voting voters. Kemudian dilakukan verifikasi oleh panitia pada tanggal 23 sampai 24 Februari 2021.

“Kita mengancang-ancang tanggal 28 Februari 2021 sebagai hari H Musda. Namun, kita juga menyiapkan skenario lain hingga tanggal 6 Maret 2021, tergantung kesiapan Ketua Golkar Sulsel, Pak Taufan Pawe,” kata Iswan, Jumat (19/2/2021).

Iswan S.Utomo mengaku bahwa Golkar Makassar kali ini sangat penting karena menyangkut kebesaran partai berlambang pohon rindang di “kota daeng”. Apalagi jika berkaca pada pesta demokrasi di kota Makassar belakangan ini, partai Golkar mengalami kekalahan berturut-turut.

Sebut saja di pemilihan wali kota Makassar di tahun 2018, kala itu Golkar membangun koalisi yang besar dengan mengusung pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu). Meski diusung 10 partai politik, namun pasangan ini dikalahkan kolom kosong.

Kolom kosong memperoleh suara sebanyak 300.795, sedangkan Appi-Cicu meraih suara sebanyak 264.245. Dengan persentase, kolom kosong sebanyak 53,23 persen dan Appi-Cicu sekitar 46,77 persen.

Tak hanya itu, selang setahun kemudian di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Golkar Maka MKssar kembali keok. Di mana kursi pucuk pimpinan di DPRD Makassar yang awalnya di tempati Partai Golkar kini direbut oleh partai NasDem.

Terbaru, Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 menambah deretan kekalahan Partai Golkar di kota Makassar yang di nahkodai Farouk M Betta.
Di mana usungan Golkar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun  kalah telak dibanding tiga kontestan lainnya. Pasangan ini hanya meraih 4,9 persen atau 25.810 suara.

“Dalam rangka Musda Golkar Makassar ke-10, khusus untuk musda kali ini melihat dari kinerja Golkar sebelumnya terjadi penurunan perolehan suara. Sehingga momentum Musda kali ini diharap terjadi pembangkitan perolehan suara partai Golkar menghadapi pemilu ke depan di tahun 2024. Sehingga untuk menentukan calon ketua sangat penting sekali, ” imbuh Iswan.(*)

 

Reporter : akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *