Nurhaldin Isyaratkan Maju di Musda Golkar Makassar

  • Whatsapp
Wakil ketua DPRD Makassar dari fraksi Golkar, Andi Nurhaldin Nurdin Halid

Makassar – Wakil ketua DPRD Makassar dari fraksi Golkar, Andi Nurhaldin Nurdin Halid mengisyaratkan untuk maju di musyawarah daerah (Musda) ke-X Golkar Makassar. Hanya saja untuk memuluskan langkahnya bertarung memperebutkan pucuk pimpinan Golkar Makassar, Nurhaldin mengaku, ingin mengetahui terlebih dahulu para pemilik suara sah.

Sebab sejauh ini, kata Nurhaldin, nama-nama para pemilik suara sah atau voting voters di arena Musda nanti belum diketahui. Semenjak seluruh pengurus DPD II Golkar Makassar dan 15 pimpinan kecamatan (pimcam) diisi oleh pelaksana tugas (plt).

“Niat maju ada. Sementara ini, SK pincam katanya sudah ada, cuman permasalahannya SK belum pernah dilihat, itu yang kita pertanyakan.
Walaupun panitia Musda sudah disiapkan
tapi orang-orang yang jadi voters tidak adapi, jadi buat apa Musda. Misalnya saya nyatakan diri maju, tapi kita tidak tahu siapa pimcam, kan jadinya mati konyol, ” kata Nurhaldin melalui sambungan via telepon, Sabtu (20/2/2021).

Meski demikian, Nurhaldin tetap menyatakan kesiapan untuk bertarung di Musda ke-X Golkar Makassar sembari meminta arahan atau petunjuk dari seniornya di internal partai berlambang pohon beringin tersebut. Karena syarat utama untuk maju di Musda Golkar Makassar setiap peserta diwajibkan memperoleh dukungan 30 persen dari 21 pemilik suara sah atau voting voters.

“Saya bersedia maju, tapi tunggu arahan senior-senior di Golkar, sambil melihat perkembangan jelang Musda, karena kita harus kumpulkan 30 persen suara. Kalau partai suruh maju, maka tidak ada alasan saya untuk tidak maju, ” tegas Nurhaldin.

Sebelumnya ketua Ketua SC Musda ke – X Golkar Makassar, Iswan S.Utomo mengaku bahwa Golkar Makassar kali ini sangat penting karena menyangkut kebesaran partai berlambang pohon rindang di “kota daeng”. Apalagi jika berkaca pada pesta demokrasi di kota Makassar belakangan ini, partai Golkar mengalami kekalahan berturut-turut.

Sebut saja di pemilihan wali kota Makassar di tahun 2018, kala itu Golkar membangun koalisi yang besar dengan mengusung pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu). Meski diusung 10 partai politik, namun pasangan ini dikalahkan kolom kosong.

Kolom kosong memperoleh suara sebanyak 300.795, sedangkan Appi-Cicu meraih suara sebanyak 264.245. Dengan persentase, kolom kosong sebanyak 53,23 persen dan Appi-Cicu sekitar 46,77 persen.

Tak hanya itu, selang setahun kemudian di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Golkar Maka MKssar kembali keok. Di mana kursi pucuk pimpinan di DPRD Makassar yang awalnya di tempati Partai Golkar kini direbut oleh partai NasDem.

Terbaru, Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 menambah deretan kekalahan Partai Golkar di kota Makassar yang di nahkodai Farouk M Betta.
Di mana usungan Golkar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun  kalah telak dibanding tiga kontestan lainnya. Pasangan ini hanya meraih 4,9 persen atau 25.810 suara.

“Dalam rangka Musda Golkar Makassar ke-10, khusus untuk musda kali ini melihat dari kinerja Golkar sebelumnya terjadi penurunan perolehan suara. Sehingga momentum Musda kali ini diharap terjadi pembangkitan perolehan suara partai Golkar menghadapi pemilu ke depan di tahun 2024. Sehingga untuk menentukan calon ketua sangat penting sekali, ” kata Iswan saat presiden conference di kantor sekretariat Golkar Makassar, Jalan Lasinrang, 20 Februari 2021.

Sebagaimana diketahui, ada sejumlah nama yang mulai mencuat sebagai penantang inkumben ketua Golkar Makassar, Farouk M Betta. Antaranya pelaksana tugas ketua Golkar Makassar Irianto Ahmad, anggota DPRD Sulsel dari fraksi Golkar Rahman Pina, wakil ketua DPRD Makassar dari Golkar Andi Nurhaldin dan kader Golkar Juniat Arge.(*)

 

Reporter : akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *