Polisi Berhasil Mengungkap Porstitusi Online di Makassar, Tarif Rp500 Sampai Rp1 Juta

  • Whatsapp
Diamankan salah satu pelaku prostitusi online

 

Makassar – Aparat kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Panakkukang berhasil mengungkap indikasi bisnis porstitusi online di kota Makassar. Di mana Polisi
menjaring dua pekerja seks komersial (PSK) berinisial, NN (19 tahun), IC (17 tahun)
dan seorang pria berinisial YD (19 tahun) dari kasus tersebut. Keduanya diamankan di Apartemen Vida view di Jalan Topaz Raya, kota Makassar, Sabtu (20/2/2021).

Kasi Humas Polsek Panakukkang, Bripka Ahmad Halim mengatakan, pengungkapan prostitusi online tersebut bermula ketika pihaknya menyelidiki kasus penganiayaan disekitaran apartemen tersebut.

“Awalnya tadi malam, Sabtu (20/2/2021) kita mendatangi TKP penganiayaan disekitaran ApApartemen itu, korban atas birinisial NN (19),” ucapnya, Ahad (21/2/2021).

Kata dia, diduga pelaku penganiyaan tersebut merupakan mantan kekasih dari perempuan berinisial NN, berinisial RZ, “Pelaku berinisial RZ mantan pacar dari NN,” tuturnya.

Lebih lanjut, Halim mengatakan dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan fakta baru dimana ada dugaan prostitusi online yang melibatkan korban dan rekannya bernama IC dan seorang lelaki bernama YD.

“Dari situ, tim menemukan fakta bahwa telah terjadi prostitusi online di salah satu kamar di Apartemen Vida view yang melibatkan korban NN dan IC dan lelaki YD, prostitusi melalui Handphone,” sebutnya.

Dari lokasi, ditemukan alat-alat kontrasepsi, selain itu kedua wanita prostitusi online itu mengaku dalam sekali kencang dirinya memasang tarif sekitar Rp500 ribu hingga Rp1juta untuk sekali kencan.

“Dari keterangan NN dan IC mereka mengaku sudah beberapa bulan melakukan porstitusi online tersebut dengan tarif Rp 500 ribu hingga Rp1 Juta, mereka menyewa kamar di Vida view itu perhari dengan harga Rp500 ribu,” pungkasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Panakukkang, Iptu Iqbal Usman mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendalaman terhadap pemilik kamar yang kerap dijadikan sebagai lokasi porstitusi online tersebut.

“kami akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku (pemilik kamar) yang diduga sebagai penyedia tempat,” jelasnya.

Iqbal juga mengatakan, jika kegiatan porstitusi ini sudah sering terjadi di dalam kontrakan mewah tersebut. Tetapi pihak kepolisian belum cukup bukti untuk mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur.

“Sudah lama kita selidiki kasus ini, tetapi baru sekarang bisa diungkap dengan adanya laporan kasus penganiaayaan salah satu wanita di situ, dari dasar itulah kita kembangkan sehingga mendapatkan dua perempuan belia yang sedang menunggu pelanggannya,” ungkap Mantan Kanit Reskrim Polsek Rappocini itu.

Sementara itu, dihadapan polisi NN mengaku memilih Vida view sebagai tempat melayani tamu karena faktor aman. Pemilik kamar juga mengetahui bisnis gelap yang dia perbuat.

“Kamarnya kita sewa untuk BO (Booking Online). Aman kalau di situ, karena aksesnya tidak sembarang bisa masuk,” ucap N.

NN mengakui bahwa tarif sekali kencan dengan pria hidung belang dibanderol Rp500 ribu. Bahkan tak jarang ia menerima duit Rp1 juta untuk sekali BO.

Polisi mengungkapnya berawal dari laporan tindak kekerasan terhadap salah satu wanita di tempat tersebut. Kanit Reskrim Polsek Panakukkang, Iptu Iqbal Usman mengatakan, pihaknya kini melakukan penelusuran terhadap pemilik kamar, tempat NN dan IC diamankan.

“Kita kembangkan cari si penyedia kamar,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, polisi sudah lama curiga praktik prostitusi online di Apartemen Vidaview. Namun baru kali ini polisi berhasil mengungkap berdasarkan bukti-bukti.

“Sudah lama kita selidiki kasus ini, tetapi baru sekarang bisa diungkap dengan adanya laporan kasus penganiaayaan salah satu wanita di situ,” lanjutnya.

Sementara NN dan IC mengaku sengaja memilih Apartemen Vidaview sebagai tempat praktik prostitusi online, dengan sepengetahuan si pemilik kamar.

“Dia tauji pak kalau kamarnya kita sewa untuk BO (Booking Online),”  ucap NN saat ditemui, di Mapolsek Panakkukang, Sabtu malam.

Untuk tarif sekali kencan, kepada polisi PSK online mengaku mematok Rp500 ribu hingga Rp1 juta.(*)

 

Reporter : akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *