Taufan Pawe Temui Ketua Golkar Bone dan Soppeng

  • Whatsapp
Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe (mengenakan jaket hitam) bersama Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bone, Andi Fashar Padjalangi (foto: ist)

Makassar – Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe melakukan pertemuan dengan Ketua DPD II Golkar kabupaten Bone, Andi Fashar Padjalangi dan ketua DPD II Golkar Kabupaten Soppeng, Kaswadi Razak.

Pertemuan Taufan Pawe dengan Andi Fashar berlangsung di hotel Claro Makassar, Ahad malam (21/2/2021). Kemudian pertemuan Taufan Pawe dengan Kaswadi Razak berlangsung sehari sebelumnya di lokasi yang sama.

Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Zulham Arief mengatakan, bahwa pertemuan mereka membicarakan upaya membesarkan partai berlambang pohon beringin di Sulsel lewat visi-misi Taufan Pawe. Termasuk membahas persiapan musyawarah daerah (Musda) DPD II Golkar di masing – masing daerah.

” Pak Ketua (Taufan Pawe) bertemu dengan Pak Fashar. Sehari sebelumnya bertemu dengan Pak Kaswadi. Mereka juga membicara persiapan Musda masing-masing daerah. Untuk itu, Pak ketua segera menunjuk Plt Ketua untuk melaksanakan Musda, dikarenakan masa jabatan Ketua saat ini telah berakhir,” kata Zulham Arief dikutip, Senin (22/2/2021).

Sekretaris AMPG Sulsel ini menjelaskan, dalam pertemuan itu Taufan Pawe memberikan apresiasi kepada kedua kader andalan Golkar Sulsel yang kini menjabat sebagai Bupati. Bagiamana tidak, keduanya mampu menaikkan elektoral partai Golkar di daerah mereka masing-masing.

Di mana Andi Fahsar Padjalangi yang telah menjabat Bupati Bone dua periode mampu mempertahankan kursi Golkar di legislatif. Di bawah kendalinya, partai beringin kokoh di pucuk pimpinan DPRD Bone dengan sembilan kursi pada pemilihan legislatif 2019 lalu.

Begitupun Kaswadi Razak. Pada Pileg 2019 lalu, Bupati Soppeng dua periode itu membuat Golkar sukses meraih suara signifikan sebanyak 12 kursi, dari 30 kursi di DPRD Soppeng. Dibanding pada 2014, Golkar Soppeng hanya meloloskan tujuh kadernya menjadi legislatif.

“Di mata pak ketua (Taufan Pawe), Pak Fashar dan Pak Kaswadi merupakan kader berprestasi yang layak jadi panutan,” sebut pria kelahiran Takalar ini.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini menambahkan, Taufan Pawe membuka ruang jika keduanya masih ingin memimpin DPD II Partai Golkar. Menurut dia, Keputusan diskresi dari Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto terbuka untuk kader-kader seperti itu.

“Pertemuan ini sekaligus membuktikan Pak Ketua ini sangat membuka ruang kompromi terhadap keputusan-keputusan yang beliau ambil. Jadi tidak benar itu kalau ada yang mengatakan pergantian plt (pelaksana tugas) ketua itu tindakan semena-mena tanpa memikirkan aturan dan etika. Itu tidak tepat,” imbuhnya.(*)

Reporter : akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *