Kejari Lutim nol Besar Dalam Penanganan Kasus Korupsi

  • Whatsapp

Luwu timur – Lembaga Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi menilai Kejaksaan Negeri Luwu Timur sejak dipimpin oleh Zubair, nol besar dalam penanganan kasus dugaan korupsi.

“Nol besar buat Kejari Luwu Timur, tidak ada prestasi, karena sampai hari ini tidak ada korupsi yang diungkap maupun ditangani,” kata Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun, Selasa (23/2/2021).

Ia berharap Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) maupun Jaksa Agung menjadikan penilaian tersebut sebagai bahan untuk mengevaluasi kinerja Kejari Lutim di bawah kepemimpinan Zubair.

“Aneh jika di Luwu Timur tidak ada dugaan korupsi. Saya kira ini harus menjadi evaluasi Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sulsel,” terang Kadir.

Menurutnya, sejak pergantian Kajari Luwu Timur dari Y. Avilla Agus ke Zubair pada bulan Agustus 2020 lalu, hingga hari ini belum ada kasus korupsi yang ditangani.

Padahal Kajari sebelumnya Y. Avilla Agus telah menangani kasus dugaan korupsi proyek penambahan IPA IKK Malili tahun 2018 dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 2,4 miliar yang hingga saat ini belum ada kejelasannya.

“Kajari sebelumnya pernah menangani kasus dugaan korupsi IPA IKK Malili tahun 2018, dan sampai sekarang masih mengambang. Dan sampai sekarang Kajari yang dijabat Zubair belum menangani kasus dugaan korupsi baru,” bebernya.

Diketahui, sebelumnya dalam rapat kerja bersama Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, pada 27 Januari 2021 lalu. Burhanuddin menyebut bahwa tak ada daerah yang bebas dari kasus korupsi

Menurut Burhanuddin, adalah hal yang terlihat aneh jika Kepala Kejaksaan Negeri di suatu daerah tidak menangani perkara dalam kurun waktu tertentu, sementara pihak kepolisian terus memiliki kasus yang ditangani.

“Kalau dia (Kejari) tidak menangani perkara, kemudian mohon maaf disamping yang dilakukan Polisi, ada penanganan perkara, kami tidak. Berarti bodoh jaksanya. Itu yang kami tindak,” ucap Jaksa Agung ST Burhanuddin belum lama ini.(*)

Reporter : akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *