PUKAT Sulsel Apresiasi Bareskrim Jadikan Tersangka Anak Aksa Mahmud

  • Whatsapp
Direktur PUKAT Sulsel, Farid Mamma

Makassar – Lembaga Pusat Kajian Anti Korupsi Sulawesi Selatan (Pukat Sulsel) memberikan jempol kepada Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri atas penetapan tersangka anak pendiri Bosowa Corporindo Aksa Mahmud, Sadikin Aksa dalam perkara sektor jasa keuangan.

“Kami tentu mengapresiasi kerja – kerja Bareskrim dalam membongkar kejahatan – kejahatan perbankan. Ini juga sebagai efek jera bagi para pelaku kejahatan perbankan. Kami juga berharap Bareskrim melakukan pengembangan lebih luas, ” kata Direktur Pukat Sulsel, Farid Mamma, Kamis (11/3/2021).

Dari data yang dihimpun penyidik Bareskrim menetapkan Sadikin Aksa tersangka setelah melakukan gelar perkara. Penyidik memperoleh fakta hasil penyidikan dan alat bukti. Atas perbuatannya tersebut, Sadikin diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga :  Demi Mencegah Pandemi Covid-19, Anggaran Dewan Provinsi Sulsel Dipangkas Rp 40 M

Diketahui sejak Mei 2018, PT Bank Bukopin telah ditetapkan sebagai bank dalam pengawasan intensif oleh OJK karena permasalahan tekanan likuiditas. Kondisi tersebut semakin memburuk sejak Januari hingga Juli 2020.

Dalam rangka upaya penyelamatan Bank Bukopin, OJK mengeluarkan kebijakan di antaranya memberikan perintah tertulis kepada Dirut PT Bosowa Corporindo atas nama Sadikin Aksa melalui surat OJK Nomor SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli 2020

Surat itu berisi tentang perintah tertulis pemberian kuasa khusus kepada Tim Technical Assistance (Tim TA) dari PT BRI untuk dapat menghadiri dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin dengan batas waktu pemberian kuasa dan penyampaian laporan pemberian surat kuasa kepada OJK paling lambat 31 Juli 2020.
Akan tetapi PT Bosowa Corporindo, kabarnya tidak melaksanakan perintah tertulis tersebut.

Baca Juga :  Potensi Alihkan Dukungan di Pilwali Makassar, Pengamat: Jangan Kecewakan Pendukung

Dalam penyelidikan, ditemukan fakta bahwa setelah surat dari OJK diterbitkan pada 9 Juli 2020, Sadikin Aksa mengundurkan diri sebagai Dirut Bosowa Corporindo pada 23 Juli 2020.
Padahal, pada tanggal 24 Juli 2020, Sadikin Aksa masih aktif dalam kegiatan bersama para pemegang saham Bank Bukopin dan ikut dalam pertemuan dengan OJK. Kemudian tidak menginformasikan soal pengunduran dirinya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo.

Selain itu, Sadikin Aksa pada tanggal 27 Juli 2020 juga mengirimkan foto surat kuasa melalui aplikasi WhatsApp kepada Dirut Bank Bukopin dengan mencantumkan jabatannya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo.

Dalam perkara ini, Sadikin Aksa disangka melanggar Pasal 54 UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat dua tahun dan denda paling sedikit Rp 5 miliar atau pidana penjara paling lama enam tahun dan pidana denda paling banyak Rp 15 miliar.(*)

Baca Juga :  Sri Rahmi Pimpin Ekspedisi Merah Putih ke Puncak Gunung Bawakaraeng, Lewat Jalur Tallung

 

reporter : akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *