Dua Oknum ASN dari Dispar dan PTSP Diduga Lakukan Pungli

  • Whatsapp
Tim penyidik Saber Pungli, Imam Hud

Makassar – Tim penyidik sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) mengendus adanya indikasi pungli yang dilakukan dua oknum aparatur sipil negara (ASN)
dari lingkup Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) kota Makassar.

Tim penyidik Saber Pungli, Imam Hud mengatakan, bahwa dua oknum tersebut diduga melakukan pungli dalam penertiban Tanda Daftar Usaha Pariwisata atau TDUP. Di mana oknum ASN tersebut diduga meminta uang dari setiap pengusaha restoran atau rumah makan sebesar Rp1 juta.

” Dinas Pariwisata menyampaikan bahwa TDUP tidak dipungut biaya, itu gratis. Rupanya ini oknum dari Dinas Pariwisata bersama dengan oknum PTSP meminta satu rumah makan satu juta. Padahal dalam aturan tidak ada pungutan, jadi ini dianggap pungli, ” kata Imam Hud saat dikonfirmasi, Kamis (8/4/2021).

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) kota Makassar ini, pungutan liar tidak dibenarkan secara etika birokrasi. Sehingga pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, karena sudah menyangkut pidan dan berpotensi merugikan pendapatan asli daerah (PAD) kota Makassar.

” Inikan pungli tidak diatur secara khusus dalam peraturan daerah, tapi kan etika birokrasi tidak boleh ada pungli. Dan jika kita kembangkan lebih jauh, pungli itu merupakan tindakan pidana. Aturan yang mengatur pungli itu jelas, dan pungli menghambat laju ekonomi, ” beber Imam.

Nantinya, lanjut Imam, jika ditemukan bukti yang cukup atas dugaan pungli tersebut, pihaknya akan menyerahkan kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan atau kepolisian untuk melakukan proses lebih lanjut.

“Dan jika cukup bukti dari hasil berita acara pemeriksaan dari kami bahwa terbukti tindakan tersebut, kita bisa melapor ke Polisi untuk ditindaklanjuti secara hukum, karena inikan tidak bisa kita toleransi, ” imbuh Imam menegaskan.(*)

 

Reporter : akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *