Wisata Halal di Lombok Jadi Favorit Umat Muslim di Indonesia

  • Whatsapp

Belakangan ini program wisata halal di setiap daerah di Indonesia mulai gencar disosialisasikan sebagai daya tarik wisatawan muslim untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Jika menyusuri wisata halal paling favorit dikunjungi di Indonesia, itu berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di NTB, wisata halal yang favorit tersebut adalah Pulau Lombok di Kota Mataram. Kawasan ini dijuluki ‘Pulau Seribu Masjid’. Daerah ini juga merupakan salah satu daerah yang memiliki peran dalam penyebaran Islam di Indonesia.

Untuk memperkaya wisata halal di kawasan tersebut, kini pemerintah setempat di Pulau Lombok membangun sebuah ikon baru berbentuk masjid yang hadir menyapa setiap wisatawan. Begitu pun dengan masjid-masjid kuno di kawasan tersebut, masih tetap dilestarikan sebagai bukti sejarah perkembangan Islam di Pulau Lombok.

Pulau Lombok memiliki keindahan alam yang luar biasa. Panorama alamnya, sejarah, dan mayoritas penduduknya muslim menjadikan Lombok sebagai destinasi wisata halal ramah muslim terbaik di Indonesia.

Lombok bahkan pernah menyabet beberapa penghargaan dalam World Halal Tourism Award 2016, yaitu World’s Best Halal Beach Resort, World’s Best Halal Honeymoon Destination, dan World’s Best Halal Tourism Website.

Baca Juga :  Beberapa Tahapan Pilkada Serentak Ditunda, Berimbas ke Agenda Pemilihan?

Selain keindahan panorama alam, Lombok memiliki 60 restoran bersertifikat halal, 8.456 masjid, dan 60 hotel bersertifikat halal. Bahkan ada 25 situs heritage Islam, sebanyak 98 dari 161 moslem friendly attraction, 7 islamic event, dan 11 paket tur wisata halal.

Semenjak awal tahun 2000-an Pulau Lombok juga dikenal sebagai tempat wisata favorit yang ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Di mana, nama Lombok itu sendiri diambil dari kata Lombo yang artinya adalah lurus, dan sejak jaman dulu orang Lombok terutama suku sasak dikenal sebagai orang yang jujur. Jadi tidak heran, jika di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat banyak ditemukan tempat peribadatan umat muslim, yakni, masjid yang tersebar di Pulau Lombok.

Perjalanan menuju tempat wisata halal di Lombok, wisatawan melalui pintu masuk gerbang Kota Mataram, kehadiran pengunjung akan disambut sebuah landmark berbentuk masjid, berkubah warna emas dengan latar belakang bukit-bukit indah di belakangnya.

Baca Juga :  Dinilai Sakiti Hati Umat Islam, Aliansi Masyarakat Cinta Damai Tuntut DS Minta Maaf, Polda Dimita Periksa Anggota DPR RI Ini

Di kawasan Mataram Pulau Lombok, Masjid mudah ditemukan. Konon, masyarakat di sana memiliki kebanggaan tersendiri bila dapat membangun masjid megah. Maka tidak heran bila Pulau Lombok memiliki sebuah julukan Pulau Seribu Masjid dan juga  tempat wisata halal muslim   yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Obyek masjid-masjid di Lombok memiliki ciri khas tersendiri, di setiap tempat wisata halal di Pulau Lombok. Khususnya di Mataram, setiap masjid umumnya memiliki kubah dan menara.

Dari referensi yang ada, tempat wisata muslim di Lombok paling diminati adalah obyek masjid tertua yang ada di Desa Sekarbela, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela.

Masjid tersebut berdiri kokoh di tengah perkampungan warga, diberi nama masjid Al-Raisiyah atau dikenal masjid Bengah. Masjid ini merupakan bangunan peninggalan abad ke-17 yang dibangun oleh seorang penyebar agama Islam asal Pulau Jawa bernama Gaus Abdul Razak.

Baca Juga :  Mewah! NasDem Sulsel Semprot Disinfektan Pakai Drone

Sepintas bangunan Masjid Al-Raisiyah terlihat meniru bangunan Masjid Nabawi di Madinah. Hal tersebut nampak dari bentuk kubah masjidnya dan menara masjid yang tingginya mencapai 63 meter.

Selain berumur tua, masjid Al-Raisiyah juga menyimpan hal yang menarik lainnya, yaitu keberadaan kolam dan sumur lokasinya berada di belakang masjid. Konon kolam tersebut tidak pernah kering walau musim kemarau tiba.

Kolam tersebut berukuran 5 x 15 meter dengan kedalaman 1,5 meter, konon air di dalam kolam tersebut bersumber dari mata air Gunung Rinjani yang dipercaya oleh masyarakat lokal air tersebut bisa mensucikan diri bahkan mengobati berbagai macam penyakit.

Walau terlihat banyak masjid di Lombok, kabarnya tidak pernah sepi dari jamaah. Hal itulah yang menyebabkan pembangunan masjid di wilayah Mataram hingga kini masih banyak dan terus di lakukan. Sedangkan untuk biayanya sendiri, masyarakat lokal yang terus berswadaya membiayai pembangunan masjidnya. Bahkan di NTB sudah banyak lahir para penghafal Al-Qur’an. (*)

 

Reporter : Akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *