Terdakwa Pemilik 13 Kg Sabu Lolos dari Tuntutan Hukuman Mati JPU

  • Whatsapp

Makassar – Terdakwa, Dwi Putra Abadi, pemilik narkotika 13,8 kilogram sabu-sabu dan 2.994 butir ekstasi lolos dari tuntutan hukuman mati Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar. Dalam vonis ┬áMajelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar yang diketuai, Zulkifli, Dwi Putra Abadi (26 tahun) dihukum penjara seumur hidup.

Dalam pembacaan vonis, Majelis Hakim menyebutkan terdakwa Dwi Putra Abadi alias Dwi bin Nursalam (26 tahun) terbukti bersalah berdasarkan aturan yang berlaku. Sebagaimana dalam surat dakwaan JPU, Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Majelis hakim memutuskan hukuman penjara seumur hidup bagi terdakwa lantaran terbukti bersalah, menurut pasal 114 ayat 2 KUHP,” ujar ketua Majelis Hakim, Zulkifli di ruang sidang Bagir Manan Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (16/7/2021).

Baca Juga :  Pemerintah dan DPRD Makassar Sepakat Rp190 Miliar Dialihkan untuk Penangangan Covid-19

Meski demikian vonis tersebut tidak sesuai dengan tuntutan JPU Kejari Makassar yaitu berupa hukuman mati. Tuntutan hukum mati itu dibacakan JPU dalam persidangan virtual di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jumat (9/7/2021).

Dalam surat tuntutan JPU disebutkan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram.

Diketahui Dwi Putra Abadi ditangkap Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulsel September 2020 lalu. Dwi Putra Abadi ditangkap bersama barang bukti sabu 13,8 Kg dan 2.994 butir ekstasi. Ia bertindak sebagai penjual dari barang yang menjadi milik Munajid Muchtar SH alias Najid bin Muchtar.

Baca Juga :  Raker DPRD Sulsel Bersama TAPD, Dewan Soroti Limbah PT KIMA dan Pembangunan di Pulau Terpencil

Dwi Putra Abadi pernah menjadi mahasiswa fakultas Hukum di salah satu kampus swasta di Makassar.(*)

 

Reporter Akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *