Sekretaris Satpol Gowa Dicopot, Nitizen Minta Pecat

  • Whatsapp

Gowa – Akhirnya pemerintah kabupaten (Pemkab) Gowa mengeluarkan kebijakan atas pencopotan Mardani Hamdan dari jabatannya sebagai sekretaris Satpol-PP. Mardani dicopot karena diduga melakukan pelanggaran disiplin dan menyalahgunakan wewenang dalam mengemban tugas selaku aparatur sipil negara (ASN).

Di mana Mardani diduga melakukan pemukulan terhadap pemilik salah satu kafe di Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, saat patroli pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro.

Bahkan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengunggah surat pencopotan Mardani di akun instagram miliknya yang centang biru, @adnanpurichtaichsan. Surat pencopotan dua halaman tersebut ditandatangani penjabat Sekretaris Daerah Pemkab Gowa, Kamsina.

Dalam kolom komentar postingan surat pencopotan Mardani Hamdan di akun instagram Bupati Adnan. Sejumlah pihak menilai pencopotan Mardani dari jabatannya belum sepadan dengan kelakuan yang diperbuatnya. Sebab meski telah dicopot, Mardani masih berstatus ASN.

Baca Juga :  Anak yang Meninggal Tenggelam di Waduk Nipa-Nipa, Kelas 1 dan 3 SD

“Alhamdullilah.. Tapi sebagian masyarakat mengharapkan dia dipecat, kalau dicopot dari jabatan berarti dia masih tetap dinas ya Pak, ” tulis akun @khalisahnurintan menanggapi postingan Bupati Adnan yang mendapatkan 127 like dan 53 komentar.

Sejak Bupati Adnan mengunggah foto surat pencopotan Mardani Hamdan dari sekretaris Satpol-PP Gowa di akun instagram-nya, sekitar pukul 11.00 WITA, Sabtu (17/7/2021). Postingan tersebut telah mendapat 2.400 komentar dan ribuan like.

Diketahui Mardani Hamdan telah ditetapkan tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Gowa atas dugaan tindak pidana kekerasan terhadap pemilik salah satu kafe di Panciro, Kecamatan Bajeng.

Adapun pencopotan Mardani Hamdan dari jabatan sekretaris Satpol-PP Gowa setelah Inspektorat mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Bupati Adnan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Mardani diduga telah melanggar kedisiplinan ASN.

Baca Juga :  Asisten I Harap Live Celebes Kenalkan Potensi Daerah Gowa

” Atas dasar itu, Sabtu, 17 Juli, yang bersangkutan (Mardani Hamdan) saya copot dari jabatannya.
Beberapa hari ini, ada yang tanya, kenapa saya tidak langsung saja mencopot yang bersangkutan. Itu karena kita negara hukum, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Makanya dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat, sekaligus pemenuhan hak yang bersangkutan untuk melakukan pembelaan atas perbuatannya,” tulis Adnan di caption postingan surat pencopotan Mardani di akun instagram miliknya.

Selanjutnya, kata Adnan, yang bersangkutan akan diserahkan ke Polres Gowa untuk fokus menjalani proses hukumnya lebih lanjut. Jika nanti proses hukum yang dijalani Mardani sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht, maka akan dilihat hukuman selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 17/2020 tentang Perubahan atas PP No. 11/2017 tentang Manajemen PNS.

Berdasarkan aturan di atas, lanjut Adnan, Pemkab akan meninjau status kepegawaiannya jika sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Di mana dalam PP No 17/2020 berbunyi “Dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan hukuman pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan dengan berencana”.

Baca Juga :  TAPD Pemkab Gowa Susun APBD 2021, Fokus Tuntaskan RPJMD

Tak hanya itu, Bupati Adnan menegaskan, bahwa Pj Sekda Kamsina yang berada di lokasi kejadian saat Mardani melakukan pemukulan terhadap pemilik kafe juga telah diberikan teguran.

“PJ Sekda Gowa, juga telah saya berikan teguran atas jabatannya sebagai Sekda Gowa. Keputusan ini saya ambil berdasarkan kewenangan saya sebagai Kepala Daerah. Keputusan ini sekaligus sebagai warning bagi perangkat pemerintahan dalam menjalankan tugas-tugasnya.Terima kasih, salama’ki, ” imbuh Adnan. (*)

Reporter : Akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *