Tak Ingin Terjadi Ketimpangan PPKM, Bupati Gowa Temui Wali Kota Makassar

  • Whatsapp
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto (mengenakan masker berwarna putih) bersama Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan (mengenakan masker berwarna hitam)

Gowa – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, berinisiatif menemui Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto, guna terjalinnya kerjasama antara Pemkab Gowa dan Pemkot Makassar dalam hal penyelenggaraan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Pertemuan yang dilaksanakan di kediaman pribadi Danny Pomanto, Jalan Amirullah, Makassar tersebut diharapkan menjadi solusi dalam pelaksanaan PPKM di dua daerah yang bertetangga ini.

Bupati Adnan berharap dengan adanya pertemuan itu, ditemukan solusi atas pengetatan yang dilakukan di dua daerah pasca diumumkannya keberlanjutan pelaksanaan PPKM sesuai tingkatan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Kita ingin ada penyesuaian antara PPKM di Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa. Makanya saya telepon Pak Wali minta ketemu,” ujarnya.

Berdasarkan Keputusan Pemerintah Pusat melalui Instruksi Mendagri terkait perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 9 Agustus mendatang, Pemerintah Kabupaten Gowa akan ikut melakukan perpanjangan tersebut.

Baca Juga :  Kaum Milenial di Gowa Diharapkan Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Kendati demikian, sebelum mengeluarkan edaran perpanjangan, pihaknya terlebih dulu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar terkait pelaksanaan dan implementasi PPKM di lapangan demi menekan laju penularan Covid-19.

“Hari ini kami berinisiatif melakukan kunjungan dengan pak wali untuk berkoordinasi dan mensinkronisasikan waktu operasional khususnya bagi rumah makan, warkop, kafe dan restoran sebelum membuat edaran perpanjangan, agar masyarakat Gowa maupun Makassar tidak bingung, terlebih penduduk Gowa 45 persen beraktifitas di Makassar,” ungkapnya.

Untuk melakukan sinkronisasi, orang nomor satu di Gowa itu akan menyesuaikan dengan edaran Walikota Makassar, sehingga meminta draft edaran tersebut untuk melihat poin per point.

“Gowa level tiga sementara Makassar level empat, inilah yang kita lakukan sinkronisasi karena ada beberapa instruksi yang bisa diatur oleh pemerintah setempat makanya kami menyamakan persepsi dan menerima draft dari Makassar untuk kami ikut menyesuaikan setelah pertemuan ini,” beber Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini

Baca Juga :  Pemkab Gowa Akan Laksanakan PPKM di 167 Desa

Sementara Wali kota Makassar, Danny Pomanto mengaku menyambut baik inisiatif yang dilakukan. Pasalnya dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi dari semua pihak.

“Koordinasi dan inisiatif seperti inilah yang membantu solusi pemerintahan dan kami akan selalu berkoordinasi terkait hal-hal yang penting, salah satunya PPKM ini dimana Gowa level tiga dan Makassar level 4. Dalam tataran tekanan kondisi Makassar tertekan nah jika tertekan pasti akan lari ke tetangga yaitu Gowa sehingga kami akan mengatur atau menyelarasikan terkait waktu penetapan operasional,” jelasnya.

Selain itu, menurut Danny Pomanto, Pemerintah Provinsi harus ikut andil melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di Sulsel, terlebih beberapa daerah sudah mencapai level darurat atau level empat.

Baca Juga :  Kemenkes RI Serahkan Bantuan ke Pemkab Gowa untuk Cegah Covid-19

“Ini sangat penting karena sudah darurat karena level empat ini semula dinamakan darurat hanya berganti nama. Jadi yang namanya darurat harus dilakukan kolaborasi, koordinasi dan komunikasi seluruh pihak,” tambahhya.

Olehnya salah satu yang akan dilakukan dalam waktu dekat yakni membuat posko disetiap perbatasan baik di Gowa maupun Makassar untuk penegakan prokes dan dilakukan swab atau antigen ditempat. (*)

 

Reporter : Akbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *